Kalau hari ini adalah milik mereka yang bersedih, maka kegembiraan adalah senja paling indah dalam hidup ini.
Kalau hari ini adalah milik mereka yang terhina, maka pembelaan dan harga diri adalah harga yang akan melambung tinggi di senja kala para dewa.
Kalau hari ini putus asa adalah milik mereka yang tiada pernah mendapat hasil dalam ikhtiarnya, maka lembayung adalah harapan keindahan bagi segenap pencurahan.
Kalau hari ini adalah akhir dari segala perbudakan, maka menjelang malam, rantai-rantai di kedua kaki penghamba akan tersisa jejaknya saja di gurun kehidupan.
Kalau hari ini mereka yang diberi kesempatan bernyanyi adalah para pelantun kebohongan, maka sesegera mungkin sebelum malam, suara kejujuran paling parau sekalipun akan berhenti bersenandung dan nayaga akan berhenti memainkan gending.
Kalau hari ini hujan masih saja menganak sungai di wajah wanita-wanita yang melahirkan para pendosa, maka akhir tengah malam nanti, hari baru hanya akan diisi oleh para penari pengusir hujan.
Kalau hari ini aku hanya mendapatkan sesuap nasi dari peri kehidupan di mana seharusnya lumbung padi bisa mensejahterakan si miskin dan medermawankan si kaya, maka esok anak-anakku adalah pengembara buta di ladang tandus keyakinan.
Kalau hari ini terliput wanita-wanita peselingkuh dan lelaki-lelaki peselingkuh, maka hanya dalam hitungan jam sesudah para pendusta ini terlelap, runtuhlah madrasah pertama bagi anak-anak sholeh dan sholehah.
Kalau hari ini hanya melahirkan para penghianat baru, maka esok adalah awal dari lahirnya ketidakpercayaan dan pertumbuhan pertama dari kegalauan dari kesetiaan.
Novan N. Bhakti
Novan N. Bhakti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar